Asal Usul Kebantenan

Asal Usul Kebantenan

Lokasi Kebantenan, atau kebantenan, saat ini termasuk juga lokasi Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Kotamadya Jakarta Utara.

Di kenal dengan sebutan Kebantenan, lantaran lokasi itu mulai sejak th. 1685 jadikan satu diantara tempat pemukiman orang – orang Banten, di bawah pimpinan Pangeran Purbaya, salah seseorang putra Sultan Ageng Tirtayasa. Mengenai kehadiran orang – orang Banten dikawasan itu, sepintas bisa diterangkan seperti berikut.

Sesudah Sultan Haji (Abu Nasir Abdul Qohar) memperoleh pertolongan kompeni yang diantaranya melibatkan Kapten Jonker, Sultan Ageng Tirtayasa tertekan, hingga sangat terpaksa meninggalkan Banten, berbarengan keluarga serta abdi – abdinya yang masihlah setia padanya. Mereka berpencar, namun lalu sangat terpaksa mereka menyerahkan diri, Sultan Ageng di sekitaran Ciampea, Pangeran Purbaya di Cikalong pada Letnan Untung (Untung Surapati).

Di Batavia awalannya mereka diletakkan di dalam lingkungan benteng. Lalu Pangeran Purbaya beserta keluarga serta abdi – abdinya di beri tempat pemukiman, yakni di Kebantenan, Jatinegara, Condet, Citeureup, serta Cikalong. Jakarta adalah tempat yang patut di jadikan salah satu tujuan untuk pariwisata, anda dapat meminta bantuan dari jakarta tour guides untuk menemani anda berkeliling kota jakarta.

Lantaran dituduh ikut serta dalam gerakan Kapten Jonker, Pangeran Purbaya serta adiknya. Pangeran Sake, pada tanggal 4 Mei 1716 diberangkatkan ke Srilangka, sebagai orang buangan. Baru pada th. 1730 ke-2 kakak beradik itu diizinkan kembali pada Batavia. Pangeran Purbaya wafat dunia di Batavia tanggal 18 Maret 1732. Sekedar infomasi anda juga dapat melihat jakarta local guide untuk dapat menemani anda selama di jakarta

Butuh dikemukakan, kalau selain Kabantenan di Jakarta Utara itu, ada juga Kabantenan yang terdapat pada Cikeas dengan Kali Sunter, samping tenggara Jatinegara, atau samping barat daya Kota Bekasi. Di satu diantara tempat tinggal tempat tempat tinggal Pangeran Purbaya yang ada di baratdaya Bekasi itu diketemukan lima buah prasasti berhuruf Sunda kuno, peninggalan zaman kerajaan Sunda, yang nyatanya bisa sedikit buka tabir kegelapan Histori Jawa Barat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s