Pekerjaan cofferdam, penyokong dan pengaku

Pekerjaan cofferdam, penyokong dan pengakuPengukuran dan pematokan

Pekerjaan Pengukuran dan Pematokan pada Pekerjaan Cofferdam, Penyokong danPengaku mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu :
1) Gangguan kesehatan akibat kondisi kerja secara umum,
2) Terluka akibat kondisi dan penggunaan meteran yang salah,
3) Kecelakaan akibat pengaturan lalu lintas kurang baik,
4) Kecelakaan akibat jenis dan cara penggunaan peralatan,
5) Kecelakaan akibat metode pemasangan patok. daftar harga sepatu safety bisa menjadi acuan kamu dalam membeli sepatu.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan Pengukuran danPematokan pada Pekerjaan Cofferdam, Penyokong dan Pengaku yaitu :
1) Harus menggunakan perlengkapan kerja yang standar,
2) Pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan meteran yang sesuai denganstandar,
3) Pengaturan lalu lintas harus sesuai dengan standar,
4) Alat dan cara menggunakan harus benar sesuai dengan standar,
5) Pemasangan patok harus benar dan sesuai dengan syarat.

Penggalian
Pekerjaan Penggalian pada Pekerjaan Cofferdam, Penyokong dan Pengaku mempunyaipotensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu :
1) Kecelakaan terkena alat gali (cangkul, balencong dll.) akibat jarak antar penggali terlaludekat,
2) Terluka karena terkena pecahan batu hasil galian,
3) Kecelakaan akibat operasional alat berat baik di tempat lokasi galian, transportasimaupun di tempat pembuangan.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan Penggalian padaPekerjaan Cofferdam, Penyokong dan Pengaku yaitu :
1) Jarak antara penggali harus aman,
2) Bila penggalian dilakukan pada cuaca gelap atau malam hari harus menggunakan lampupenerangan yang cukup,
3) Penggalian harus dilakukan oleh orang yang ahli dengan metode yang benar,
4) Operasional alat berat harus dilakukan sesuai dengan standar.

Pembuangan bahan galian
Pekerjaan Pembuangan Bahan Galian pada Pekerjaan Cofferdam, Penyokong dan Pengakumempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu :

Kecelakaan akibat tumpukan bahan galian yang akan digunakan untuk timbunan. Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan PembuanganBahan Galian pada Pekerjaan Cofferdam, Penyokong dan Pengaku yaitu :
Tumpukan bahan galian yang akan digunakan untuk timbunan tidak boleh terlalu lama.

Iklan

Pelaksanaan teknis K3 pada konstruksi jalan dan jembatan

Pelaksanaan teknis K3 pada konstruksi jalan dan jembatan

Pelaksanaan teknis K3 pada pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan dilakukan padakegiatan : Jual sepatu safety jakarta bisa menjadi solusi untuk kamu yang sedang mencari sepatu safety.

Divisi umum
Pekerjaan persiapan
Pemeriksaan lapangan

Pekerjaan Pemeriksaan Lapangan mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu :

Gangguan kesehatan akibat pekerja tidak memakai peralatan dan perlengkapan kerjastandar. Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan PemeriksaanLapangan yaitu :

Pemakaian peralatan perlindungan kerja standar seperti helm, sepatu, kaca mata,masker dan sarung tangan.

Mobilisasi dan demobilisasi

Pekerjaan Mobilisasi dan Demobilisasi mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerjayaitu :
1) Kecelakaan dan gangguan kesehatan tenaga kerja akibat tempat kerja kurang memenuhisyarat,
2) Kecelakaan dan gangguan kesehatan pekerja akibat penyimpanan peralatan dan bahanatau material kurang memenuhi syarat,
3) Kecelakaan dan gangguan kesehatan pekerja akibat penyimpanan peralatan dan bahanatau material kurang memenuhi syarat kecelakaan atau gangguan kesehatan akibat kegiatan pembongkaran tempat kerja, instalasi listrik, peralatan dan perlengkapan,pembersihan dan pengembalian kondisi yang kurang baik.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan Mobilisasi danDemobilisasi yaitu :
1) Menyediakan kantor lapangan dan tempat tinggal pekerja yang memenuhi syarat,
2) Menyediakan lahan, gudang dan bengkel yang memenuhi syarat,
3) Pelaksanaan pembongkaran bangunan, instalasi serta pembersihan tempat kerja danpengembalian kondisi harus memenuhi syarat.

Kantor lapangan dan fasilitasnya

Pekerjaan Kantor Lapangan dan Fasilitasnya mempunyai potensi bahaya terhadap tenagakerja yaitu :
1) Bahaya akibat polusi yang dihasilkan oleh kegiatan pelaksanaan,
2) Bahaya akibat bangunan kantor dan fasilitasnya lainnya roboh,
3) Bahaya akibat terjadi genangan air dan pencurian pada bangunan kantor dan fasilitaspenunjang,
4) Bahaya akibat kebakaran di kantor atau di bangunan gudang dan lainnya.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan Kantor Lapangan dan Fasilitasnya yaitu :
1) Bangunan untuk kantor dan fasilitasnya harus ditempatkan sedemikian rupa sehinggaterbebas dari polusi yang dihasilkan oleh kegiatan pelaksanaan,
2) Bangunan kantor dan fasilitas lainnya harus dibuat dengan kekuatan struktural yangmemenuhi syarat,
3) Bangunan kantor dan fasilitas harus dibuat pada elevasi yang lebih tinggi dari daerahsekitarnya, diberi pagar keliling, dilengkapi dengan jalan masuk dari kerikil serta tempatparkir.

Fasilitas dan pelayanan pengujian logistik

Pekerjaan Fasilitas dan Pelayanan Pengujian Logistik mempunyai potensi bahaya terhadaptenaga kerja yaitu :
1) Bahaya akibat bahan dan peralatan yang digunakan tidak memenuhi syarat,
2) Bahaya akibat cara pengangkutan bahan kurang memenuhi syarat,
3) Bahaya akibat penyimpanan kurang memenuhi syarat,
4) Bahaya akibat pembuangan bahan dan material tidak terpakai kurang memenuhi syarat.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan Fasilitas dan Pelayanan Pengujian Logistik yaitu :
1) Harus tersedia pemadam kebakaran dan kebutuhan P3K yang memadai diseluruh barak,kantor, gudang dan bengkel,
2) Bahan dan peralatan yang digunakan harus memenuhi syarat,
3) Pengangkutan bahan harus sesuai dengan beban lalu lintas pada jalan yang akandilewati,
4) Bahan dan material berbahaya harus disimpan tersendiri dan terlindung dengan baik,
5) Pembuangan bahan atau material harus pada tempat yang telah ditetapkan, aman dantidak mengganggu lalu lintas.

Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia.

manajemen kerjaKesuksesan program Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
pada proyek konstruksi tidak lepas dari peran berbagai pihak yang saling terlibat,
berinteraksi dan bekerja sama. Hal ini sudah seharusnya menjadi pertimbangan utama
dalam pelak-sanaan pembangunan proyek konstruksi yang dilakukan oleh tim proyek
dan seluruh manajemen dari berbagai pihak yang terkait didalamnya. model sepatu safety bisa menjadi solusi kamu.

Masing-masing pihak mempunyai tanggung jawab bersama yang saling mendukung untuk keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi yang ditandai dengan evaluasi positif dari pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai pedoman penerapan SMK3 yang berlaku di Indonesia menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No: PER.05/ MEN/ 1996:

Komitmen dan Kebijakan Pengusaha dan pengurus tempat kerja harus
menetapkan komitmen dan kebijakan K3 serta organisasi K3, menyediakan anggaran dan tenaga kerja dibidang K3. Disamping itu pengusaha dan pengurus juga melakukan
koordinasi terhadap perencanaan K3.

Dalam hal ini yang perlu menjadi perhatian penting terdiri atas 3 hal yaitu:
1. Kepemimpinan dan Komitmen
2. Tinjauan Awal K3
3. Kebijakan K3

Perencanaan Dalam perencanaan ini secara lebih rinci menjadi beberapa hal:
1. Perencanaan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian resiko dari kegiatan,
produk barang dan jasa.
2. Pemenuhan akan peraturan perundangan dan persyaratan lainnya kemudian memberlakukan kepada seluruh pekerja
3. Menetapkan sasaran dan tujuan dari kebijakan K3 yang harus dapat diukur,
menggunakan satuan/indicator pengukuran, sasaran pencapaian dan jangka waktu pencapaian.
4. Menggunakan indikator kinerja sebagai penilaian kinerja K3 sekaligus menjadi
informasi keberhasilan pencapaian SMK3
5. Menetapkan sistem pertanggungjawaban dan saran untuk pencapaian kebijakan K3
6. Keberhasilan penerapan dan pelaksanaan SMK3 memerlukan suatu proses
perencanaan yang efektif dengan hasil keluaran (output) yang terdefinisi dengan
baik serta dapat diukur.

Penerapan Menerapkan kebijakan K3 secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran K3. Suatu tempat kerja dalam menerapkan kebijakan K3 harus dapat mengitegrasikan Sistem Manajemen Perusahaan yang sudah ada. Yang perlu diperhatikan oleh perusahaan pada tahap ini adalah :

1. Jaminan Kemampuan
a. Sumber daya manusia, fisik dan financial.
b. Integrasi
c. Tanggung jawab dan tanggung gugat.
d. Konsultasi, Motivasi dan Kesadaran
e. Pelatihan dan Keterampilan

2. Dukungan Tindakan
a. Komunikasi
b. Pelaporan
c. Dokumentasi
d. Pengendalian Dokumen
e. Pencatatan Manajemen Operasi

3. Identifikasi Sumber Bahaya dan Pengendalian Resiko
a. Identifikasi Sumber Bahaya
b. Penilaian Resiko
c. Tindakan Pengendalian
d. Perencanaan dan Rekayasa
e. Pengendalian Administratif
f. Tinjauan Ulang Kontrak
g. Pembelian
h. Prosedur Tanggap Darurat atau Bencana
i. Prosedur Menghadapi Insiden
j. Prosedur Rencana Pemulihan

4). Pengukuran dan Evaluasi
a. Inspeksi dan pengujian
b. Audit SMK3
c. Tindakan perbaikan dan pencegahan

5). Tinjauan Oleh Pihak Manajemen
a. Evaluasi terhadap penerapan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja.
b. Tujuan, sasaran dan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja.
c. Hasil temuan audit Sistem Manajemen K3.
d. Evaluasi efektifitas penerapan Sistem Manajemen K3 dan kebutuhan untuk
mengubah Sistem Manajemen K3 sesuai dengan:

1) Perubahan peraturan perundangan.
2) Tuntutan dari pihak yang terkait dan pasar.
3) Perubahan produk dan kegiatan perubahan.
4) Perubahan struktur organisasi perusahaan.
5) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk epidemologi.
6) Pengalaman yang didapat dari insiden keselamatan dan kesehatan kerja.
7) Pelaporan.
8) Umpan balik khususnya dari tenaga kerja.

Bekerja dengan mesin dan Bekerja di Ketinggian

bekerja di ketinggianBahaya dan resiko sering muncul saat bekerja di ketinggian, sehingga harus diambil upaya untuk meminimalkan resiko tersebut. Toko sepatu safety di glodok menjual berbagai macam perlengkapan safety.
Bahaya bekerja di ketinggian didefinisikan bekerja pada ketinggian dimana jatuh dari ketinggian sama atau lebih dari 2 meter dapat terjadi. Tangga dan alat bantu lainnya (landasan kerja) harus disediakan untuk bekerja di ketinggian.

Bahaya dan resiko yang mungkin terjadi ketika bekerja di ketinggian:
1. Jatuhnya pekerja, material atau benda-benda lainnya
2. Risiko terjebak karena terhimpit benda jatuh
3. Ruang untuk berdiri dan bekerja yang kurang mantap
4. Penggunaan peralatan yang tidak tepat dan kurang tingginya tangga sehingga para pekerja terpaksa menggapai -gapai
5. Ketidak hati-hatian saat mengangkat barang
6. Pencahayaan yang kurang
7. Ketidak sesuaian antara beban barang dan pekerja dengan daya dukung landasan kerja (overloading)

Tangga yang memenuhi syarat keselamatan untuk bekerja di ketinggian, harus mempunyai syarat berikut :
1. Terbuat dari bahan yang mantap, sesuai dengan tujuan penggunaan dan dalam kondisi baik
2. Jika tangga terbuat dari kayu maka dilarang untuk mengecat anak tangga yang dapat menyembunyikan kerusakan yang terjadi
3. Tali atau alat bantu lainnya yang sudah berkarat tidak digunakan
4. Tangga hanya digunakan untuk mengakses

Pencegahan Penyakit Akibat Kerja

Pencegahan Penyakit Akibat Kerja

Berikut ini beberapa tips dalam mencegah penyakit kerja, diantaranya:

  • Memakai alat pelindung diri secara benar dan teratur
  • Mengenali resiko pekerjaan dan cegah supayah tidak terjadi lebih lanjut
  • Segara akses tempat kesehatan terdekat apabila terjadi luka yang berkelanjutan

Selain itu terdapat pula beberapa pencegahan lain yang dapat ditempuh seperti berikut ini:

a. Pencegahan Pimer – Healt Promotio

  • Perilaku kesehatan
  • Faktor bahaya di tempat kerja
  • Perilaku kerja yang baik
  • Olahraga
  • Gizi

b. Pencegahan Skunder – Specifict Protectio

  • Pengendalian melalui perundang-undangan
  • Pengendalian administratif/organisasi: rotasi/pembatas jam kerja
  • Pengendalian teknis: subtitusi, isolasi, alat pelindung diri (APD)
  • Pengendalian jalur kesehatan imunisasi

c. Pencegahan Tersier

  • Pemeriksaan kesehatan pra-kerja
  • Pemeriksaan kesehatan berkala
  • Pemeriksaan lingkungan secara berkala
  • Surveilans
  • Pengobatan segera bila ditemukan gangguan pada pekerja
  • Pengendalian segera ditempat kerja

Dalam pengendalian penyakit akibat kerja, salah satu upaya yang wajib dilakukan adalah deteksi dini, sehingga pengobatan bisa dilakukan secepat mungkin. Dengan demikian, penyakit bisa pulih tanpa menimbulkan kecacatan. Sekurang-kurangnya, tidak menimbulkan kecacatan lebih lanjut.Pada banyak kasus, penyakit akibat kerja bersifat berat dan mengakibatkan cacat. Ada dua faktor yang membuat penyakit mudah dicegah.

a. Bahan penyebab penyakit mudah diidentifikasi, diukur, dan dikontrol.
b. Populasi yang berisiko biasanya mudah didatangi dan dapat diawasi secara teratur serta dilakukan pengobatan. Disamping itu perubahan awal seringkali bisa pulih dengan penanganan yang tepat. Karena itulah deteksi dini penyakit akibat kerja sangat penting. Sekurang-kurangnya ada tiga hal menurut WHO yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam deteksi dini yaitu:

a. Perubahan biokimiawi dan morfologis yang dapat di ukur melalui analisis laboraturium. Misalnya hambatan aktifitas kolinesterase pada paparan terhadap pestisida organofosfat, penurunan kadar hemoglobin (HB), sitologi sputum yang abnormal, dan sebagainya.

b. Perubahan kondisi fisik dan sistem tubuh yang dapat dinilai melalui pemeriksaan fisik laboraturium. Misalnya elektrokardiogram, uji kapasitas kerja fisik, uji saraf, dan sebagainya.

c. Perubahan kesehatan umum yang dapat dinilai dari riwayat medis. Misalnya rasa kantuk dan iritasi mukosa setelah paparan terhadap pelarut-pelarut organik.
Selain itu terdapat pula beberapa pencegahan lain yang dapat ditempuh yaitu pemeriksaan kesehatan.Pemeriksaan kesehatan inimeliputi:

a. Pemeriksaan sebelum penempatan
Pemeriksaan ini dilakukan sebelum seorang dipekerjakan atau ditempatkan pada pos pekerjaan tertentu dengan ancaman terhadap kesehatan yang mungkin terjadi. Pemeriksaan fisik yang ditunjang dengan pemeriksaan lain seperti darah, urine, radiologis, serta organ tertentu, seperti mata dan telinga, merupakan data dasar yang sangat berguna apabila terjadi gangguan kesehatan tenaga kerja setelah sekian lama bekerja.

b. Pemeriksaan kesehatan berkala
Pemeriksaan kesehatan berkala sebenarnya dilaksanakan dengan selang waktu teratur setelah pemeriksaan awal sebelum penempatan. Pada medical check-up rutin tidak selalu diperlukan pemeriksaan medis lengkap, terutama bila tidak ada indikasi yang jelas.

Pemeriksaan ini juga harus difokuskan pada organ dan sistem tubuh yang memungkinkan terpengaruh bahan-bahan berbahaya di tempat kerja, sebagai contoh, audiometri adalah uji yang sangat penting bagi tenaga kerja yang bekerja pada lingkungan kerja yang bising. Sedang pemerikaan radiologis dada (foto thorax) pentinguntuk mendeteksi tenaga kerja yang berisiko menderita pneumokonosis, karena lingkungan kerja tercemar debu.

Toko sepatu safety di glodok adalah salah satu suplier terbesar. Jika anda ingin membeli sepatu safety yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan sebaiknya membeli di tempat yang terpeercaya. Usahakan dalam memilih sepatu safety harus yang sesuai dengan lapangan kerja anda agar bisa berfungsi dengan baik.

16 Tips Berkendara Aman Saat Hujan

DALAM sekian hari paling akhir terutama di lokasi Jabodetabek sering berlangsung hujan dengan intensitas tengah sampai deras pada saat pagi dan sore hari.

Koordinator Jaringan Tindakan Keselamatan Jalan (Jarak Aman) yang juga pengamat tingkah laku berlalu lintas, Edo Rusyanto, menyampaikan kalau idealnya saat berlangsung hujan deras harusnya ingindara tak memaksakan diri melaju terlebih jika memakai sepeda motor karena kenyataan dan data memerlihatkan kalau hujan adalah penyebab paling utama kecelakaan yang menguasai di aspek alam.

Ancaman serius dapat juga datang dari segi lain, umpamanya tertimpa pohon rubuh.

Data Korlantas Polri th. 2015 memerlihatkan kalau dari keseluruhnya aspek alam, hujan menyebabkan 65 % kecelakaan akibat aspek alam. Sekurang-kurangnya sehari-hari ada dua masalah kecelakaan yang dipicu oleh hujan.

” Ini tips berkendara saat hujan. Pada prinsipnya, mobil dan motor sama juga. Hanya di bagian tertentu yang tidak sama, umpamanya masalah penggunaan helm anti embun, jas hujan dan sepatu, ” tutur Edo.

Berteduh adalah pilihan yang tepat saat hujan mengguyur. Tetapi, jika sangat terpaksa mesti selalu berkendara tersebut 16 hal yang pantas di perhatikan :

1. Keadaan fisik prima

Bermotor dalam keadaan fisik sakit, letih, capek, atau selesai minum obat akan mengganggu konsentrasi. Termasuk juga, kurangi reflek dan kekuatan memutuskan pas saat dalam keadaan gawat.

” Saat hujan turun, keadaan itu praktis akan membuat badan menggigil. Jemari tangan dan kaki dapat keram, pada akhirnya, tak dapat berkendara dengan baik, ” kata Edo.

2. Janganlah terburu-buru

Beberapa pesepeda motor ada kecenderungan meningkatkan kendaraan lebih cepat saat mendekati hujan turun dengan argumen agar tak terguyur hujan atau mencari tempat berteduh hingga meningkatkan kendaraannya terburu-buru.

” Hal semacam ini mungkin menyebabkan terjadinya kecelakaan jalan raya jalan karena konsentrasi terganggu, ” terang Edo.

3. Menggunakan jas hujan

Jas hujan yang ideal baiknya tak menghalangi gerak tangan, kaki, kepala, sampai semua badan saat bersepeda motor. Jas hujan yang terdiri atas bagian celana dan bagian jaket dapat jadi pilihan.

” Artinya, sebisa-bisanya yang membuat badan santai dan tak tembus air. Diluar itu, usahakan jas hujannya mempunyai unsur yang dapat berpendar saat terserang sinar. Rencana ini bagian dari usaha tampak dan lihat saat berlalu lintas jalan, ” kata Edo.

4. Menggunakan sepatu boot

Sepatu berupa boot yang menutupi bagian mata kaki dan terbuat berbahan plastik lebih melindungi jari kaki dari rendaman air hingga tak kedinginan.

” Jika tak mempersiapkan sepatu safety boot, terutama menggunakan sepatu daripada sandal jepit atau tak menggunakan alas kaki sekalipun, ” tutur Edo.

5. Keadaan ban prima

Ban yang ulir luarnya masih tetap cukup bagus akan berdaya cengkeram tambah baik di permukaan aspal. Karenanya, ban yang kembangnya telah habis atau umum dimaksud telah botak, akan menaikkan licin saat bermotor.

” Juga di perhatikan desakan angin ban agar dalam keadaan cukup. Tak kempes ataupun sangat keras, ” lanjutnya.

6. Keadaan rem bagus

Berkendara dalam keadaan jalanan yang licin sudah pasti memerlukan tingkat dan tehnik pengereman yang pas agar tak gampang tergelincir.

Sekurang-kurangnya, dengan keadaan rem dengan kanvas yang masih tetap dalam keadaan bagus dan tertangani, atau keseluruhnya manfaat rem dalam kondisi bagus bisa kurangi potensi kecelakaan akibat tergelincir oleh jalan yang licin.

7. Lampu-lampu menyala

Lampu-lampu di kendaraan diusahakan dalam keadaan berperan atau menyala dengan baik. Dari mulai lampu paling utama, lampu rem, sampai lampu isyarat berbelok (sign).

” Dalam keadaan hujan, sinar lampu paling utama menolong pemakai jalan yang lain untuk tahu hadirnya pemotor, ” tutur Edo.

8. Siaga genangan air

Genangan air di jalan susah diterka, apakah dibawahnya ada lubang kecil atau lubang besar yang membahayakan. Karenanya sebisa-bisanya agar hindari saat lihat genangan air yang mencurigakan ada lubang besar di bawahnya agar dijauhi.

” Jika sangat terpaksa, perlambat laju motor. Hal semacam ini untuk hindari pemotor terjerumus dan resiko lebih fatal yang lain, ” kata Edo.

9. Jauhi gundukan tanah

Timbunan tanah yang terserang air hujan dapat menaikkan licin permukaan aspal hingga jauhilah melintas di atasnya atau melaju janganlah sangat cepat dan tak lakukan pengereman mendadak karena besarnya resiko tergelincir.

10. Jauhi penutup wajah

Janganlah memakai kain penutup hidung saat berkendara dalam hujan karena air yang segera menimpa muka dan membasahi kain malah mengganggu pernapasan dan konsentrasi berkendara.

11. Amankan dokumen dan hp

Selekasnya amankan hp dan dokumen-dokumen berkendara seperti SIM, STNK, ATM dan kartu credit yang ada didompet agar membuat berkendara lebih tenang.

” Input dalam plastik atau bungkus yang rapat didalam tas. Tas ransel bagi pemotor umumnya mempunyai susunan pelindung yang dapat dibeli terpisah atau menyatu di tas ransel tertentu, ” kata Edo.

12. Helm anti-embun

Helm jenis ini mempunyai kaca spesial yang bebas dari resiko terjadinya embun akibat uap nafas didalam helm. Ada jenis helm tertentu yang kacanya juga tak menyebabkan butiran air hingga pandangan tetaplah jernih.

” Ini sifatnya penambahan semata, hal terutama yaitu menggunakan helm yang mempunyai kaca dibagian muka hingga muka dan mata tak pedih terserang air hujan, ” katanya.

13. Berteduh yang aman dan selamat

Saat hujan deras janganlah memaksakan diri bersepeda motor. Berteduh yaitu pilihan paling baik. Tetapi, berteduh harus juga memilih tempat yang aman dan tak mengganggu arus kendaraan atau pemakai jalan lain.

Saat berteduh, yakinkan kendaraan dalam keadaan terkunci.

14. Siaga di tikungan

Jagalah konsentrasi dan gandakan kewaspadaan saat melintas di tikungan. Jauhi mendahului di tikungan, terutama saat keadaan hujan karena resiko tergelincir dan kecelakaan meneror di tikungan.

15. Jauhi rem mendadak

Kekuatan kerja rem manfaat kurangi laju roda ban akan alami penurunan saat permukaan jalan dalam keadaan basah. Aksi mencapai pedal rem mendadak bisa menyebabkan fatal.

” Kerjakan pengereman yang pas, seperti komposisi rem depan menguasai dibanding rem belakang. Dan, disertai dengan lakukan jarak berkendara yang aman, ” ucap Edo.

16. Janganlah meremehkan percikan air

Air yang memercik ke muka terutama ke bagian mata bisa mengganggu pandangan ingindara. Janganlah anggap sepele mengingat hal semacam itu dapat juga mengakibatkan kerusakan konsentrasi yang berbuntut pada petaka.

Pakai helm yang mempunyai kaca dengan kwalitas baik hingga tak mengganggu pandangan.

5 trick buat sepatu tampak seperti baru

Perempuan di kenal tidak dapat tampak style cuma dengan satu gunakan sepatu saja. Ada sepasang sepatu yang perlu pas dengan penampilan style sehari-harinya.

Sepatu hak tinggi, sepatu balet, sepatu olah raga atau sepatu safety bot, kerapkali jadi koleksi beberapa perempuan. Tidak heran bila lalu ada saja sepatu yang luput dari perhatian lantas jadi usang.

Janganlah buang dahulu sepatu Anda, dengan sedikit modifikasi, sepat-sepatu lama Anda dapat kembali bergaya.

Perbaiki ujung sepatu

Gurl melansir, sisi ujung sepatu yaitu sisi yang paling gampang rusak akibat penggunaan. Umumnya bahan di bagian ujung depan sepatu bakal lecet tergores atau terkelupas.

Bila sekian, tidak butuh cemas, Anda bisa memperbaikinya dengan gampang memakai tehnik cat.

Langkahnya, cukup buat garis batas dengan memakai pita perekat supaya cat jadi lebih rapi. Lantas cat sisi ujungnya dengan cat untuk kain yang tidak gampang luntur. Biarlah jadi kering, kemudian Anda bisa melepas kembali pita perekat.

Trick ini pas diterapkan untuk sepatu hak tinggi atau sepatu datar dengan ujung yang meruncing. Cocokkan warna cat dengan sepatu Anda. Biasanya Anda dapat memakai cat warna hitam atau emas yang kontras dengan warna sepatu.

Ganti bahan sepatu

Bila rusaknya yang berlangsung sangat banyak, baiknya ubahlah bahan sepatu Anda. Untuk ini Anda bisa memohon pertolongan pengrajin sepatu untuk mengerjakannya.

Bahan beludru serta kain tradisional pas untuk sepatu bermodel tali, sepatu datar serta sepatu hak tinggi. Sedang untuk sepatu bot Anda bisa menggantinya dengan bahan kulit, kanvas atau suede.

Bermain dengan pernak-pernik

Sepatu lama masih tetap dalam keadaan baik, tetapi penampilannya sangat menjemukan untuk dipakai sekarang ini? Janganlah tergesa-gesa untuk menjualnya di bazaar. Cara-cara ini bakal bikin sepatu Anda kembali cantik untuk dipakai.

Pompom

Anda bisa bikin pompom berbahan wol yang berwarna-warni. Cocokkan warna serta besarnya pompom untuk sepatu Anda. Kemudian, rekatkan bulatan pompom dibagian yang Anda kehendaki. Biasanya wol ini bisa direkatkan di bagian ujung sepatu atau sisi belakang sepatu.

Tali gladiator

Tali ala Gladiator juga begitu pas ditambahkan ke sepatu ala penari balet dengan hak datar. Dapat pula dipasangkan ke sandal kulit dengan jenis tali. Berikan bahan tali kulit dengan lebar sekitaran 0. 5 sentimeter selama 50 sentimeter sampai 1 mtr. (bergantung hasrat) ke sisi kanan serta kiri belakang sepatu, supaya jahitannya tidak tampak.

Anda bisa ganti bahan tali kulit dengan bahan scarf yang bermotif semarak.

Sepatu yang telah dijahitkan tali dapat juga ditambah ornament paku atau pompom.

Aksesories paku

Aksesories paku yang bisa Anda beli di toko peralatan swakriya dapat juga Anda pakai. Menurut Brit, ornament paku ini cantik untuk sepatu hak tinggi yang elegan sampai sandal memiliki bahan kulit yang pas untuk enjoy.

Renda

Bahan renda yang tidak tebal juga cantik untuk bikin sepatu lama Anda tampak lebih menarik.

Langkahnya, gunting bahan renda sesuai sama pola bunganya, lantas cocokkan dengan bentuk sepatu Anda. Bahan renda bisa dilekatkan di bagian-bagian seperti ujung sepatu atau sisi samping. Tetapi merekatkan semua sisi sepatu dengan renda akan membuatnya terlihat seperti sepatu baru yang tidak sama.